Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Inflasi tahunan AS turun untuk bulan kedua secara berturut-turut ke level 8,3% YoY pada Agustus 2022 merupakan level terendahnya selama 4 bulan terakhir dan lebih rendah dari level 8,5% YoY pada Juli 2022 tetapi di atas perkiraan konsensus sebesar 8,1 % YoY. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, inflasi AS naik sebesar 0,1% MoM lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebesar 0,1% MoM. Sementara itu, inflasi inti yang tidak termasuk komponen energi dan pangan meningkat ke level 6,3% YoY merupakan level tertingginya sejak Maret 2022 dan lebih tinggi dibandingkan level 5,9% YoY pada Juli 2022.

*   Yield UST tenor 10-tahun terkonsolidasi di atas level 3,41%, mendekati level tertingginya selama 10-tahun terakhir di level 3,50% pada Juni 2022 setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan konsensus memperkuat ekspektasi investor terhadap Fed yang akan lebih agresif dalam menaikkan suku bunga ke depan. Saat ini, investor memperkirakan probabilitas 80% kenaikan suku bunga sebesar 75 bp dan probabilitas 20% kenaikan suku bunga sebesar 100 bp oleh Fed pada rapat September 2022.

*   Aksi jual investor pada Wall Street semakin parah dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq anjlok masing-masing sebesar -3,94%, -4,32%, dan -5,16% setelah data inflasi AS untuk bulan Agustus 2022 menunjukkan penurunan yang lebih terbatas dari perkiraan konsensus, memperkuat ekspektasi investor untuk kenaikan suku bunga Fed sebesar 75 bps untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada FOMC pekan depan.

*   Defisit anggaran pemerintah AS melebar sebesar 29% YoY menjadi USD220 miliar pada Agustus 2022 dari USD171 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar USD214 miliar. Ini merupakan defisit anggaran bulanan terbesar selama lebih dari setahun. Defisit anggaran pemerintah AS turun 65% YoY menjadi USD946 miliar dalam sebelas bulan di tahun fiskal 2022.

*   IHSG ditutup melemah 0,55% atau 40bps ke level 7.278,08. IHSG berakhir lebih rendah 0,6% karena tertekan oleh arus jual secara menyeluruh menyusul rilis inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan tadi malam. Pemberi tekanan utama pada pasar adalah nama-nama berkapitalisasi besar, BMRI turun 1,6%, GOTO melemah 1,5%, TLKM melemah 0,9%, ARTO jatuh hampir 5%, ASII turun 0,7% dan BBCA menutup hari ini 0,3% lebih rendah.

*   Rupiah ditutup melemah 0,38% atau 56 bps ke level Rp14.908/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.852/USD.   

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP