Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Jumlah perumahan baru di AS secara tak terduga melonjak 12,2% MoM ke 1,575 juta unit pada Agustus 2022, di atas ekspektasi konsensus sebesar 1,445 juta dan ini merupakan peningkatan terbesar sejak Maret 2021. Meskipun terjadi pemulihan pada Agustus 2022, sektor perumahan terus menghadapi tekanan dari melonjaknya harga material bangunan dan kenaikan suku bunga KPR.

*   UST Yield tenor 10-tahun naik ke 3,57%, level tertingginya sejak April 2011. The Fed diperkirakan akan menaikan suku bunga sebesar 75 bp. Sementara itu, UST yield tenor 2-tahun naik ke 3,97%, level tertingginya sejak November 2007 dan UST yield tenor 30-tahun naik ke 3,57%, level tertingginya sejak April 2014.

*   Indeks dolar melanjutkan kenaikan di atas level 110,2 bergerak mendekati level tertingginya selama 20 tahun terakhir setelah rilis data perumahan yang kuat. Ekonomi AS telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi global yang melambat membuat dolar lebih menarik bagi investor. The Fed hampir pasti akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bp, dengan investor ekpektasikan probabilitas 16% untuk kenaikan 100 bp. Selain itu, investor juga akan terus mencermati dot plot untuk proyeksi di mana tingkat suku bunga akan bergerak akhir tahun ini dan tahun depan.

*   Harga minyak Brent turun sekitar 2% ke level USD92/barel di tengah kekhawatiran tentang dampak pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat pada permintaan minyak ke depan. Di sisi pasokan, OPEC+ gagal mencapai target produksi minyaknya pada Agustus 2022, sementara kebuntuan kesepakatan atas kebangkitan kembali nuklir Iran memperburuk kekhawatiran tentang pasokan minyak yang ketat.

*   Kementerian Keuangan RI berencana mengucurkan dana anggaran sebesar Rp95 triliun untuk mendukung ketahanan pangan nasional pada 2023 guna mendorong akses pangan dan kualitas pangan. Anggaran ketahanan pangan 2023 terutama akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan strategis dan mendorong terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing di sektor pertanian dan perikanan.

*   IHSG ditutup melemah 0,12% atau 9bps ke level 7.188,31. IHSG melemah seiring dengan pelemahan bursa global mengikuti investor yang masih menunggu kepastian hasil pertemuan The Fed. Investor memperkirakan The Fed dan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga lebih lanjut besok. IHSG diperdagangkan melemah sejak bel pembukaan, tetapi aksi beli dimulai pada sesi kedua dan menghapus sebagian kerugian yang dipimpin oleh penguatan beberapa saham-saham berkapitalisasi besar dan saham komoditas. 

*   Rupiah ditutup melemah 0,10% atau 15 bps ke level Rp14.998/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.983/USD.   



Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP