Financial Market Update

IDR10 : 7,21% - 7,22% (cl: 7,22%)
IDR5 : 7,16% - 7,18% (cl: 7,17%)
UST10 : 4,55% - 4,59% (last: 4,55%)

IDR : 17.981 - 18.074 (cl: 17.985)
DXY : 100,44 - 100,83 (last: 100,76)
JCI : 6.024,35 - 6.108,21 (cl: 6.108,21)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : 0bps to 7,17%
FR0108 (10yr) : +1bps to 7,22%
FR0106 (15yr) : 0bps to 7,23%
FR0107 (20yr) : +1bps to 7,23%

Point of Interest:

Eskalasi konflik AS-Iran kembali meningkatkan premi risiko geopolitik dan mendorong harga minyak Brent naik untuk empat sesi berturut-turut ke $85,47/barel. Bagi Indonesia sebagai net oil importer, kenaikan harga minyak menjadi sentimen negatif bagi Rupiah dan SBN tenor panjang, sehingga yield SBN cenderung naik, meskipun Rupiah dan IHSG menguat.

Data inflasi produsen (PPI) AS periode Juni 2026 diumumkan lebih rendah dari ekspektasi, dengan PPI turun 0,3% MoM, berbalik dari kenaikan 0,6% MoM pada Mei 2026. Data inflasi yang lebih lemah tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih dapat bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan insentif pembebasan pajak hingga 50 tahun bagi perusahaan yang beroperasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). PFII akan menerapkan sistem hukum common law, dengan penyelesaian sengketa melalui dispute settlement court, serta menawarkan beragam instrumen investasi, mulai dari portofolio pasar modal hingga investasi sektor riil, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian di sektor keuangan.

Realisasi investasi Indonesia pada 2Q26 mencapai Rp511,8 T (+7,1% YoY, +2,6% QoQ). Hasil ini membuat realisasi investasi selama 1H26 mencapai Rp1.010,6 T (+7,2% YoY), setara 49,5% target 2026 pemerintah di level Rp2.041,3 T. Penanaman modal asing pada 2Q26 mencapai Rp257,7 T (+27,4% YoY, +3,1% QoQ), sehingga realisasinya selama 1H26 mencapai Rp507,6 T (+17,3% YoY). Data tersebut menegaskan bahwa siklus investasi Indonesia masih tetap terjaga di tengah ketidakpastian global, sehingga memperkuat keyakinan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan ketahanan sektor eksternal Indonesia.

• Sentimen domestik turut didukung oleh pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menyatakan bahwa BI telah melakukan intervensi di pasar offshore Non-Deliverable Forward (NDF) sejak April 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Presiden Prabowo menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mengkaji alternatif skema distribusi selain melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), seperti pemanfaatan kantin sekolah apabila dinilai lebih efektif. Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi sasaran penerima manfaat agar lebih terfokus pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah, daerah tertinggal, dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, serta meninjau kembali besaran biaya makan sesuai kondisi masing-masing daerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan menyatakan evaluasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

Danantara resmi bergabung sebagai associate member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF), mempertegas komitmennya terhadap tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas. Langkah ini dinilai dapat memperkuat kredibilitas Danantara di mata investor global di tengah sorotan terhadap tata kelola dan evaluasi transparansi pasar Indonesia oleh MSCI.

Harga SBN seri benchmark bergerak cenderung melemah. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 7,22% (ytd: +117bps). Volume transaksi SBN outright mencapai Rp16,7 triliun, turun dibandingkan Rp21,1 triliun pada hari sebelumnya.

IHSG menguat 1,10% ke level 6.108,21, merupakan level penutupan tertinggi sejak 22 Juni, didorong oleh kombinasi penguatan data realisasi investasi domestik, stabilitas Rupiah, serta membaiknya sentimen di kawasan. Volume perdagangan mencapai 30,60 miliar atau senilai Rp13,41 triliun. Penguatan kinerja saham terutama didorong oleh sektor teknologi +1,94%, barang baku +1,56%, dan properti +1,31%.

Rupiah menguat 0,45% ke level 17.985 dibandingkan penutupan sebelumnya di 18.067, sejalan dengan sentimen penguatan mata uang di kawasan emerging seiring berlanjutnya sentimen pasca rilis data inflasi AS yang melemah pada awal pekan sehingga cenderung membatasi permintaan terhadap USD. Selain itu, kenaikan suku bunga oleh BoK yang mendorong KRW menguat hingga 0,7% turut memperkuat sentimen positif terhadap mata uang Asia lainnya, termasuk Rupiah.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP