Financial Market Update

IDR10 : 7,32% - 7,35% (cl: 7,34%)
IDR5 : 7,27% - 7,27% (cl: 7,27%)
UST10 : 4,62% - 4,66% (last: 4,65%)

IDR : 17.963 - 18.005 (cl: 18.005)
DXY : 101,12 - 101,51 (last: 101,49)
JCI : 6.144,27 - 6.219,42 (cl: 6.185,78)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -2bps to 7,27%
FR0108 (10yr) : +1bps to 7,34%
FR0106 (15yr) : -1bps to 7,34%
FR0107 (20yr) : -1bps to 7,30%

Point of Interest:
Pasar keuangan domestik diguncang oleh pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dengan alasan "pribadi". Presiden Prabowo telah menerima pengunduran diri tersebut dan menunjuk Deputi Gubernur Senior (DGS) Destry Damayanti sebagai Plt. Gubernur BI. Peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kesinambungan kebijakan stabilisasi rupiah dan independensi BI. Di tengah sentimen tersebut, Menteri Keuangan Purbaya dijadwalkan bertemu dengan jajaran pimpinan BI.

Penunjukan DGS Destry sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI menjadi ujian awal untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap kesinambungan kerangka kebijakan moneter dan strategi stabilisasi rupiah. Fokus investor tertuju pada keberlanjutan kebijakan insentif stabilisasi rupiah yang baru diumumkan pada RDG Juli 2026, potensi pengaruh pemerintah terhadap kebijakan moneter, serta proses penunjukan Gubernur BI definitif.

Fitch Ratings menilai pengunduran diri Gubernur BI berpotensi meningkatkan tekanan eksternal terhadap Indonesia akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter serta persepsi terhadap independensi bank sentral. Peringatan ini sejalan dengan pandangan Fitch sebelumnya bahwa peringkat utang Indonesia dapat tertekan apabila cadangan devisa mengalami penurunan yang tajam dan berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan bahwa koordinasi antara BI, pemerintah, dan otoritas sektor keuangan tetap berjalan normal. Pemerintah juga memastikan arah kebijakan ekonomi dan moneter tidak berubah serta seluruh instrumen untuk menjaga stabilitas tetap tersedia.

Harga SBN seri benchmark bergerak sideways dan ditutup variatif. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 7,34% (ytd: +129bps), sedangkan yield seri benchmark lainnya turun tipis sebesar 1-2 bps. Pada awal perdagangan, pasar SBN sempat tertekan oleh pengumuman pengunduran diri mendadak Gubernur BI Perry Warjiyo, yg memicu kekhawatiran terkait independensi BI dan keberlanjutan kebijakan moneter. Namun, pelemahan tersebut tertahan oleh membaiknya sentimen global seiring meredanya ketegangan AS-Iran dan penurunan tajam harga minyak mentah, meskipun dampak positifnya masih terbatas.

IHSG melemah 0,17% ke level 6.185,78, melanjutkan pelemahan selama empat hari berturut-turut. Pada pembukaan pasar, IHSG sempat melemah hingga 0,80% merespon pengunduran diri Gubernur BI sebelum akhirnya recover dan ditutup melemah terbatas seiring sentimen global yg membaik (harga minyak turun dan penguatan pada saham kawasan EM). Pelaku pasar kini mencermati kepemimpinan sementara DGS Destry Damayanti yang dinilai mampu menjaga stabilitas jangka pendek, sekaligus menunggu kepastian pemerintah terkait kesinambungan kebijakan dan penunjukan Gubernur BI definitif.

Rupiah melemah 0,35% ke level 18.005 dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.943, dan menjadi aset domestik yang paling tertekan. Pelemahan tersebut terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang regional seiring membaiknya sentimen global, yang mengindikasikan bahwa kekhawatiran pasar terhadap independensi BI dan kesinambungan kebijakan moneter (pasca pengunduran diri Gubernur BI) sbg faktor utama penyebab tertekannya Rupiah.

Badan Gizi Nasional menghentikan operasional 833 dapur Program Makan Bergizi Gratis akibat pelanggaran, termasuk kasus keracunan makanan, buruknya standar kebersihan, serta dugaan penyalahgunaan dana. Selain itu, sebanyak 261 pegawai non-ASN dan tenaga ahli diberhentikan atas dugaan pelanggaran, termasuk keterlibatan dalam judi daring dan penyalahgunaan dana. Perkembangan ini semakin menambah sorotan terhadap tata kelola program tsb, yang sebelumnya juga dihadapkan pada penyelidikan dugaan korupsi, pemangkasan anggaran lebih dari $2 miliar, serta penerapan evaluasi berkala setiap dua bulan sejak Juni.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp29,5 triliun pada H1-2026, meningkat 6,5% YoY. Kinerja ini memberikan sentimen positif bagi sektor perbankan di tengah tekanan dari tingginya suku bunga, penyempitan net interest margin (NIM), dan perlambatan pertumbuhan kredit.

Harga minyak Brent sempat turun lebih dari 7% ke bawah $90/barel setelah AS menghentikan sementara serangan udara terhadap Iran, sehingga memicu reli aset berisiko di pasar global. Bagi Indonesia, penurunan harga minyak memberikan dampak yang beragam. Di satu sisi, penurunan harga minyak berpotensi menekan biaya impor energi dan meredakan tekanan inflasi sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi BI untuk mempertahankan suku bunga. Di sisi lain, penurunan harga minyak juga berpotensi mengurangi penerimaan pemerintah dari sektor migas, yang selama ini menjadi salah satu penopang untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% terhadap PDB.

Monetary Authority of Singapore (MAS) kembali memperketat kebijakan moneter pada 27 Juli melalui kenaikan tipis laju apresiasi kisaran nilai tukar efektif nominal dolar Singapura (S$NEER). Langkah ini mencerminkan masih tingginya risiko inflasi di kawasan akibat konflik di Timur Tengah dan pesatnya perkembangan AI, meskipun harga minyak telah turun dari level puncaknya saat konflik.

Pekan ini pasar akan dibayangi sejumlah sentimen global utama yang diperkirakan menjadi fokus investor, meliputi keputusan suku bunga pada FOMC meeting, di mana BofA memproyeksikan tiga kali kenaikan suku bunga tambahan tahun ini sehingga meningkatkan ekspektasi sikap hawkish The Fed. Selain itu, pasar juga akan mencermati rilis laporan keuangan emiten Magnificent 7 untuk menilai keberlanjutan belanja modal (capex) sektor AI, serta keputusan kebijakan moneter dari sejumlah bank sentral utama, termasuk Bank of Japan.

Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP