Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Penyaluran pinjaman International Monetary Fund (IMF) kepada negara-negara yang mengalami kesulitan ekonomi mencapai rekor tertingginya seiring memburuknya prospek ekonomi global. IMF telah mengucurkan dana pinjaman sebesar USD140 miliar dari total komitmen dana talangan IMF sebesar USD268 miliar. Namun, negara-negara termiskin di dunia akan menghadapi pembayaran utang jatuh tempo sebesar USD436 miliar antara tahun 2023 dan 2028, dengan sekitar USD61 miliar akan jatuh tempo pada tahun 2023 dan sekitar USD70 miliar pada tahun 2024.

*   PMI Manufaktur AS naik tipis menjadi 51,8 pada September 2022 dari 51,5 pada Agustus 2022, di atas perkiraan konsensus sebesar 51,1. Angka tersebut menunjukkan perbaikan yang relatif lemah pada aktivitas sektor manufaktur. Produksi masih tumbuh, dengan permintaan dan kendala rantai pasokan yang relatif teredam sementara biaya bahan baku meningkat di tengah situasi ketidakpastian ekonomi dan dampak inflasi pada tingkat konsumsi pelanggan.

*   Indeks dolar meroket ke atas level 113 untuk pertama kalinya sejak Mei 2002 dan UST yield tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,70% merupakan level tertingginya sejak Februari 2011 ditopang oleh ekspektasi bahwa Fed akan tetap agresif dalam memerangi inflasi hingga tahun depan, bahkan dengan risiko resesi. Dot plot Fed menunjukkan tingkat suku bunga akan mencapai puncaknya pada level 4,6% tahun depan tanpa pemangkasan hingga 2024. Pekan lalu, indeks dolar naik lebih dari 3.0%, yang merupakan kinerja mingguan terbaiknya sejak Maret 2020.

*   Total pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2022 sebesar 10,3% YoY (vs. 10,4% pada Juli 2022) dengan kontributor utama pertumbuhan kredit Agustus adalah: (1) Pertumbuhan kredit UMKM sebesar 16,8% YoY (vs. 18,2 % YoY pada Juli 2022), (2) Kredit modal kerja sebesar 11,9% YoY (vs. 12,9% YoY pada Juli 2022), (3) Kredit investasi sebesar 9,9% YoY (vs. 9,5% YoY pada Juli 2022) didukung oleh sektor pertambangan, perkebunan dan manufaktur. Sementara itu, LDR turun sebesar 63 bp MoM menjadi 83,7% pada Agustus 2022 seiring dengan total simpanan yang tumbuh sebesar 8,2% YoY pada Agustus 2022 (vs. 8,4% YoY pada Juli 2022).

*   Di AS, perhatian investor akan tertuju pada beberapa pidato pejabat Fed dan rilis data inflasi inti serta data pendapatan pribadi AS. Di Eropa, investor akan mencermati rilis data inflasi kawasan Eropa antara lain Jerman, Spanyol, Prancis, dan Italia, serta beberapa indikator aktivitas bisnis. Juga, investor akan melihat data angka PMI manufaktur China dan Jepang.

*   IHSG ditutup melemah 0,71% atau 51bps ke level 7.127,50. IHSG dibuka melemah karena masih terdampak oleh sentimen negatif dari agresifnya pergerakan kebijakan moneter The Fed. Namun, pada akhir sesi kedua pasar rebound dengan dipimpin oleh nama-nama besar seperti BBCA (+0.6%), BBRI (+1.3%), BMRI (+0.5%), TLKM (+1.8%). Sementara itu, pemberat utama pasar adalah nama-nama teknologi dan saham terkait batubara. Penurunan nama teknologi yang dipimpin oleh GOTO turun 3%, EMTK turun 4,2%, BUKA turun 2,1% dan BBYB anjlok hampir 5%, sementara saham batubara tetap tertekan aksi ambil untung setelah mencatatkan kinerja yang baik baru-baru ini.

*   Rupiah ditutup melemah 0,60% atau 90 bps ke level Rp15.128/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.038/USD.   


 

Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP