Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   UST yield tenor 10-tahun naik ke level 3,92% untuk pertama kalinya sejak April 2010, sedangkan UST yield tenor 2-tahun naik ke 4,34%, level tertingginya sejak 2007, karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi untuk menurunkan inflasi yang sangat tinggi. Investor ekspektasikan kenaikan 75 bp lagi pada rapat Fed November 2022.

*   Harga minyak Brent turun hampir 9% dalam dua hari terakhir ke USD82/barel, level terendahnya dalam sembilan bulan terakhir, karena meningkatnya kekhawatiran bahwa pengetatan agresif oleh bank sentral utama di seluruh dunia akan menghambat pertumbuhan ekonomi global dan mengurangi permintaan minyak. Selain itu, dolar yang lebih kuat memberikan tekanan pada pasar minyak, membuat harga minyak lebih mahal bagi negara dengan mata uang lainnya.


 


*   Menurut Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), pertumbuhan ekonomi global akan melambat tajam lebih dari yang diperkirakan ke level 2,2% YoY pada tahun 2022, direvisi turun dari perkiraan bulan Juni sebesar 2,8% YoY. OECD memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,0% YoY pada 2022F, 4,5% YoY pada 2023F, dan 6,0% YoY pada 2024F.

*   Baru-baru ini, AS dan sekutunya memperingatkan Rusia bahwa setiap penggunaan senjata nuklir dalam perang di Ukraina akan memiliki konsekuensi serius setelah Rusia mengancam akan menggunakan senjata nuklir pekan lalu seiring mobilisasi ratusan ribu pasukan cadangannya setelah pasukan Ukraina merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia.

*   Menurut Kementerian Keuangan, APBN Indonesia tahan terhadap gejolak ekonomi global seiring mencatatkan surplus sebesar Rp107,4 triliun per Agustus 2022, atau 0,58% dari PDB. Dengan surplus tersebut, penerbitan utang yang jauh lebih rendah, dan defisit yang lebih rendah, strategi APBN sangat sesuai dengan tantangan saat ini yang berasal dari tingginya biaya pendanaan, guncangan di sektor keuangan, tren kenaikan suku bunga, dan penguatan dolar AS.

*   IHSG ditutup melemah 0,21% atau 15bps ke level 7.112,45. Aksi beli jelang penutupan pasar ternyata tak mampu membuat pasar ditutup di zona hijau. Transaksi pasar sedikit lebih ringan dari kemarin dengan sebagian besar nama-nama big caps melemah, BBRI (-0,2%), BBCA (-1,5%), TPIA (-4,4%), TLKM (-0,5%), BRPT (-3,5% ), ARTO (-2,4%). Sementara itu, saham energi dan beberapa nama teknologi rebound dan tercatat sebagai top gainers IHSG.

*   Rupiah ditutup menguat terbatas 0,03% atau 5 bps ke level Rp15.123/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.128/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP