Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Penjualan rumah baru di AS melonjak 28,8% MoM ke level tertingginya selama 5 bulan terakhir sebesar 685 ribu unit pada Agustus 2022, dan di atas ekspektasi konsensus sebesar 500 ribu unit. Median harga jual rumah baru yang terjual sebesar USD436.800/unit atau tumbuh 8% YoY dan harga jual rata-rata USD521.800/unit.

*   UST yield tenor 10-tahun mencapai level 3,95%, mendekati level tertingginya sejak Oktober 2008, karena prediksi kenaikan suku bunga yang masih berlanjut meredam antusiasme investor terhadap obligasi pemerintah. Pidato Fed yang hawkish baru-baru ini, termasuk yang disampaikan oleh Presiden Fed Chicago Charles Evans dan Presiden Fed St. Louis James Bullard, mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan mendatang yang memperkuat komitmen bank sentral untuk menurunkan inflasi bahkan pada risiko resesi.

*   Indeks dolar melanjutkan tren kenaikannya ke level 114, terkonsolidasi di dekat level tertingginya selama 20-tahun terakhir terhadap mata uang euro dan yen. Selain itu, permintaan safe haven terus menopang indeks dolar karena investor secara agresif mengamankan asetnya di tengah prospek ekonomi global yang sangat tidak pasti dan meningkatnya risiko resesi.

*   Pound telah mencapai titik all-time-low ke sekitar level USD1,03 terhadap mata uang dolar di tengah kurangnya kepercayaan investor terhadap strategi fiskal Inggris yang mengabaikan tingkat inflasi tinggi sebesar 9,9% YoY yang menurut para ekonom akan memburuk ke depan. Baru-baru ini, pemerintah Inggris mengumumkan rencana untuk memotong pajak, mengklaim itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang memicu kekhawatiran investor atas inflasi tinggi yang tak terkendali.

*   Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia telah melihat pembeli batubara dari Jerman, Italia, Perancis dan Polandia berduyun-duyun ke Jakarta mencari pasokan batu bara untuk memenuhi permintaan listrik untuk alat pemanas musim dingin. Keseimbangan supply-demand batubara secara global akan tetap defisit tahun ini karena impor batubara Eropa pada tahun 2022 menjadi volume tertingginya selama 4 tahun terakhir yang menopang harga batubara tetap tinggi di sekitar USD400/ton.

*   IHSG ditutup melemah 0,50% atau 35bps ke level 7.077,03. Investor terus melakukan perdagangan dengan hati-hati di tengah kekhawatiran global atas pengetatan kebijakan moneter The Fed. Emiten rokok GGRM melonjak hampir 7% pada volume besar hari ini dan HMSP naik 4% lebih tinggi, mendukung pasar saat ini sementara saham-saham komoditas jatuh. MDKA merosot 5,6%, BRMS anjlok hampir 7%, BUMI turun 5,7%, INCO turun 4,9% dan ADRO merosot 1%.

*   Rupiah ditutup melemah 0,93% atau 140 bps ke level Rp15.263/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.123/USD.   


 

Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP