Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*     Tekanan di pasar global masih berlanjut di tengah tingginya inflasi AS yang mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yg semakin agresif oleh Bank Sentral AS. Berdasarkan survei University of Michigan, ekspektasi konsumen terhadap inflasi AS setahun ke depan meningkat menjadi 5,1%, dari survei sebelumnya sebesar 4,7%.

*     Pertumbuhan penjualan ritel AS relatif flat pada Sept 2022, di bawah ekspektasi konsesus sebesar +0,2%mom, karena inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga yang menekan daya beli konsumen. Secara tahunan, pertumbuhan penjualan ritel melambat ke level terendahnya selama lima bulan terakhir sebesar 8,2%yoy.

*     Harga minya Brent turun sekitar 7% ke level USD92/barel, seiring kekhawatiran potensi penurunan permintaan minyak yang didorong oleh ekspektasi pasar terhadap resesi global.

*     Rilis data BPS terkait neraca perdagangan RI pada Sept 2022 mencatatkan surplus sebesar USD 4,99 Miliar. Surplus neraca perdagangan terutama berasal dari sektor nonmigas senilai USD 7,09 miliar, tetapi tereduksi oleh defisit sektor migas senilai USD 2,10 miliar.

*     IHSG ditutup menguat 16,58 poin atau 0,24% ke level 6.831,12.

*     Rupiah ditutup melemah 61 poin atau 0,40% ke level Rp15.487/USD.


Demikian disampaikan.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP