Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Indeks
PCE di AS naik 0,3% MoM pada September 2022, relatif sama dengan level bulan
sebelumnya. Inflasi pangan naik 0.6% MoM dan inflasi energi turun 2.4% MoM.
Jika tidak termasuk inflasi makanan dan energi, indeks PCE naik 0,5% MoM.
Dow
Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing naik +2,59%, +2,46% dan +2,87%
seiring investor mengkalkulasi perlambatan data ekonomi yang dirilis. Baru-baru
ini, indeks PCE menunjukkan bahwa inflasi inti tahunan AS berada sedikit lebih
di bawah dari ekspektasi konsensus. Namun, Fed diperkirakan masih akan
menaikkan suku bunganya sebesar 75 bp pada November 2022.
Inflasi
Jerman naik lebih lanjut sebesar 10,4% YoY pada Oktober 2022, merupakan level
all-time-high dan di atas ekspektasi konsensus sebesar 10,1% YoY, didorong oleh
pelemahan mata uang euro, krisis energi yang berkepanjangan, dan kendala rantai
pasokan yang berkelanjutan. Secara bulanan, inflasi Jerman naik 0,9% MoM di
Oktober 2022, di atas perkiraan konsensus sebesar 0,6% MoM.
Tingkat
inflasi headline Indonesia diperkirakan hanya akan sedikit naik pada Oktober
2022 setelah melonjak tajam pada September 2022 akibat pengaruh kenaikan harga
BBM. Tidak adanya event musiman yang besar dan stabilitas harga pangan maka
inflasi akan berfluktuasi relatif minimal untuk Oktober 2022 dengan perkiraan
konsensus sebesar 6,00% YoY untuk inflasi headline dan 3,60% YoY untuk inflasi
inti yang akan dirilis pekan ini.
Pekan
ini akan menjadi pekan yang cukup sibuk di AS dengan rilisnya keputusan suku
bunga Fed dan rilis laporan data tenaga kerja. Selain itu, investor akan
menantikan hasil rapat bank sentral di Inggris, Australia, Norwegia dan
Malaysia dan pertumbuhan PDB serta rilis data tingkat inflasi dari Eropa.
Terakhir, China akan merilis data PMI manufaktur dan jasa untuk Oktober 2022.
IHSG
ditutup menguat 0,61% atau 43bps ke level 7.098,89.
Rupiah
ditutup melemah 0,30% atau 46bps ke level Rp15.598/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.552/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP