Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun kembali naik ke atas level 4,0% seiring dengan belanja
konsumen AS yang tersendat di tengah inflasi yang sangat tinggi dan kondisi
daya beli yang lebih lemah. Di sisi kebijakan moneter, Fed diperkirakan masih
akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 bp pada rapat November 2022 di
tengah meningkatnya hambatan makro ekonomi.
Indeks
dolar sempat menembus ke atas level 111 karena ketahanan ekonomi AS di tengah
situasi pertumbuhan ekonomi global yang melambat serta Fed yang tetap agresif
terkait kebijakan pengetatan moneternya mendorong permintaan yang kuat untuk
dolar AS.
Tingkat
inflasi tahunan di Eropa terus menembus rekor tertingginya dan melonjak ke
level 10,7% YoY pada Oktober 2022 dari level 9,9% YoY pada September 2022.
Angka inflasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 10,2% YoY.
Lonjakan harga energi memiliki dampak terbesar, diikuti oleh makanan, alkohol,
dan tembakau. Secara bulanan, inflasi Eropa naik 1,5% MoM, merupakan kenaikan
tertingginya selama tujuh bulan terakhir.
Bank
Indonesia melihat potensi inflasi meningkat lebih lanjut beberapa bulan ke
depan dari kenaikan harga gas dan minyak serta harga gandum menjelang musim
dingin. Namun, Bank Indonesia menegaskan kembali komitmennya bahwa suku bunga
hanya akan dinaikkan jika diperlukan dan bukan untuk mengatasi inflasi yang
seharusnya tidak mampu diredam dengan kebijakan suku bunga. Bank Indonesia akan
mengadakan RDG berikutnya pada 16-17 November 2022.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis
data inflasi Indonesia periode Oktober 2022 yang secara mengejutkan mengalami
penurunan dibanding periode sebelumnya (act 5.71% YoY vs cons 5.98% YoY vs
prior 5.95%). Sementara inflasi inti atau core inflation dirils naik tipis
dibandingkan periode sebelumnya, namun masih berada lebih rendah dibandingkan
ekspektasi pasar (act 3.31% YoY vs cons 3.40% YoY vs prior 3.21% YoY).
Pada lelang syariah hari ini, DJPPR menyerap
sebesar Rp 1,37 triliun, dibawah target indikatif Rp 5 triliun, namun naik dari
total yang dimenangkan pada lelang syariah sebelumnya sebesar Rp 755 miliar.
Total incoming bid pada lelang syariah hari ini sebesar Rp 4.34 triliun, turun
dari total incoming bid pada lelang syariah sebelumnya sebesar Rp 6.40 triliun.
IHSG
ditutup melemah 0,66% atau 47bps ke level 7.052,30. IHSG melemah jelang pertemuan
The Fed yang akan digelar besok, sementara bursa regional bergerak berlawanan
arah. Penekan utama pasar adalah nama batubara dan nama konsumer.
Rupiah
ditutup melemah 0,19% atau 30bps ke level Rp15.628/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.598/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP